Selasa, 16 Juli 2013

Keperawatan Jiwa ( resiko Bunuh Diri )

A.     Diagnosa Keperawatan
-          Resiko bunuh Diri
FORMAT PENGKAJIAN PADA PASIEN
RESIKO BUNUH DIRI
B.     Pengkajian
1.       Keluhan Utama
2.       Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
3.       Konsep diri : harga diri
( Umumnya pasien mengatakan hal yang negatif tentang dirinya, yang menunjukan harga diri yang rendah.
4.       Alam Perasaan.
[     ] Sedih                                            [      ] Putus Asa
[     ] Ketakutan                                     [      ] Gembira berlebihan
(Pasien umumnya merasakan kesedihan dan keputusan asaan yang sangat mendalam)
5.       Interaksi selama wawancara.
[     ] Bermusuhan                      [     ] Tidak Koporatif
[     ] Defensif                            [     ] Kontak mata kurang
[     ] Mudah tersinggung             [     ] Curiga
(Pasien biasanya menunjukan kontak mata yang kurang)
6.       Afek.
[     ] Datar                                [     ] labil
[     ] Tumpul                             [     ] Tidak sesuai
( Pasien biasanya menunjukan afek yang datar atau tumpul)
7.       Mekanisme koping maladaftif.
[     ] Minum alcohol                   [    ] Bekerja berlebihan
[     ] Reaksi lambat                   [    ] Mencederai diri
[     ] Menghindar                       [     ] Lainnya
( Pasien biasanya menyelesaikan masalah dengan cara menghindari dan mencederai diri)
8.       Masalah psikososial dan lingkungan
[     ] Masalah dengan dukungan keluarga.
[     ] Masalah dengan perumahan.







C.     Tindakan Keperawatan
Tindakan keperawatan pada tindakan keperawatan opada pasien dan keluarga terdiri dari tiga macam.
a.       Ancaman dari percobaan bunuh diri
1.       Tindakan keperawatan pada pasien percobaan bunuh diri
a.)     Tujuan keperawatan
Pasien tetap aman dan selamat
b.)     Tindakan keperawatan
Melindungi pasien dengan cara :
1.       Temani pasien terus menerus sampe pasien dapat dipindahkan ketempat yang aman.
2.       Jauhkan semua benda yang berbahaya ( misalnya : pisau, silet, gelas, dan tali pinggang ).
3.       Periksa apakah pasien benar-benar telah meminum obatnya, jika pasien mendapat obat.
4.       Dengan lembut, jelskan pada pasien bahwa anda akan melindungi pasien sampai tidak ada keinginan bunuh diri.
SP 1 pasien : melindungi pasien dari percobaan bunuh diri.
Orientasi
            “ selamat pagi pak jamal, kenalkan saya adalah  perawat firman yang bertugas diruang ini, saya dinas pagi dari jam 07:00 pagi sampai 02:00 siang “
            “ bagaimana perasaan pak jamal hari ini ? “
            “bagaimna kalau kita bercakap cakap tentang apa yang bapak rasakan selama ini. Dimana dan berapa lama kita bicara ? “
Kerja
            “bagaimana perasaan bapak jamal setelah ini terjadi ? apakah dengan bencana ini bapak merasa paling menderita didunia ini ? apakah bapak kehilangan kepercayaan diri ? apakah bapak merasa tidak berharga atau bahkan lebih rendah dari pada orang lain ?apakah bapak sering mengalami kesuliatan berkonsentrasi ? apakah bapak berniat untuk menyakiti diri sendiri, ingin bunuh diri atau berharap bahwa bapak Mati ?apakah bapak pernah mencoba untuk bunuh diri ? apa sebabnya, bagaimana caranya ? apa yang bapak rasakan ? ( jika klien telah menyampaikan ide bunuh dirinya, segera dilanjutkan dengan tindakan keperawatan untuk melindungi klien, misalnya dengan mengatakan,” baiklah, tampaknya bapak membutuhkan pertolongan segera, karena ada keinginan  untuk mengakhiri hidup. Saya perlu memeriksa seluruh isi kamar bapak ini untuk memastikan tidak ada benda benda yang membahayakan bapak”).
            “Karena bapak tampaknya masih memiliki keinginan yang kuat untuk mengakhiri hidup bapak, saya tidak akan membiarkan bapak sendiri”.
            “ apa yang bapak lakukan kalau keinginan bunuh diri muncul ? kalau keinginan itu muncul, maka untuk mengatasinya bapak harus langsung minta bantuan kepada perawat diruangan ini dan juga keluarga atau teman yang sedang besuk. Jadi bapak jangan sendirian ya, katakan kepada perawat, keluarga teman jika ada dorongan untuk mengakhiri kehidupan”.
            “saya percaya bapak dapat mengatasi masalah”.
Terminasi
            “ bagaimana perasaan bapak sekarang setelah mengetahui cara mengatasi perasaan ingin bunuh diri ? “
            “coba bapak sebutkan lagi cara tersebut !”.
            “ saya akan menemani bapak terus sampai keinginan bunuh diri hilang”. ( jangan meninggalkan pasien )
2.       Tindakan Keperawatan Pada Keluarga Pasien Percobaan Bunuh Diri
a.)     Tujuan Keperawatan
Keluarga berperan serta melindungi anggota keluarga yang mengancam atau bunuh diri.
b.)     Tindakan keperawatan
1.       Menganjurkan keluarga untuk ikut mengawasi pasien serta jangan pernah menignggalkan pasien sendirian.
2.       Menganjurkan keluarga  membantu perawat menjauhi barang barang berbahaya disekitar pasien.
3.       Menganjurkan keluarga untuk tidak membiarkan pasien sering melamun sendiri.
4.       Menjelaskan kepada keluarga pentingnya pasien minum obat secara teratur.
SP 1 keluarga : percakapan dengan keluarga untuk melindungi pasien yang mencoba bunuh diri.
Orientasi
            “selamat pagi bapak/ibu, kenalkan saya perawat firman, yang merawat putra bapak dan ibu dirumah sakit ini”.
            “bagaimana kalau kita berbincang bincang tentang cara menjaga agar jamal tetap selamat dan tidak melukai dirinya sendiri.  Bagaimana kalau disini saja kita berbincang bincangnya pak/ibu”. ( sambil kita awasi terus jamal).
Kerja
            “ pak/ibu, jamal sedang mengalami putus asa yang berat karena kehilangan istrinya yang sangat disayanginya, akibat kecelakan yang lalu, sehingga sekarang  bapak jamal selalu ingin mengakhiri hidupnya”. Karena kondisi jamal yang dapa mengakhiri kehidupannya sewaktu waktu, kita semua perlu mengawasi jamal terus menerus. Bapak/ibu harus ikut mengawasinya. Dalam kondisi seperti ini, jamal tidak boleh di tinggal sendirian sedikit pun”.
            “bapak/ibu bisa bantu saya untuk mengamankan barang-barang yang dapat digunakan jamal untuk bunuh diri, seperti tali tambang, pisau, silet, dan ikat pinggang. Semua barang-barang tersebut tidak boleh ada disekitar jamal selain itu, jika bicara dengan jamal fokus pada hal-hal positif, hindarkan pernyataan negatif. jamal sebaiknya punya kegiatan positif seperti melakukan hobinya bermain sepak bola, supaya tidak sempat melamun sendiri”.
Terminasi
            “bagaimna perasaan bapak dan ibu setelah mengetahui cara mengatasi perasaan bunuh diri?”.
            “ coba bpk/ibu sebutkan lagi cara menjaga jamal tetap selamat dan tidak melukai dirinya. Baiklah, mari kita temani jamal, sampai keinginan bunuh dirinya hilang.
b.       Isyarat bunuh diri dengan diagnosis harga diri rendah(HDR)
1.       Tindakan keperawatan pada pasien isyarat bunuh diri
a.)     Tujuan Keperawatan
1.       Pasien mendapat perlindungan dari lingkungannya.
2.       Pasien mampu mengungkapkan perasaanya.
3.       Pasien mampu meningkatkan harga dirinya.
4.       Pasien mampu menggunakan cara penyelesaian masalah yang baik.
b.)     Tindakan keperawatan
1.       Mendiskusikan cara mengatasi keinginan bunuh diri, yaitu dengan meminta bantuan dari keluarga atau teman.
2.       Menigkatkan harga diri pasien dengan cara :
a.       Memberikan kesempatan pasien mengungkapkan perasaanya.
b.       Memberikan pujian jika pasien dapat mengatakan perasaan yang positif.
c.       Meyakinkan pasien bahwa dirinya penting.
d.       Mendiskusikan tentang keadaan yang sepatutnya disyukuri oleh pasien.
e.       Merencanakan aktivitas yang dapat pasien lakukan.
3.       Tingkatkan kemampuan menyelesaikan masalah dengan cara :
a.       Mendiskusikan dengan pasien cara menyelesaikan masalahnya.
b.       Mendiskusikan dengan pasien efektifitas masing” cara penyelesaian masalah.
c.       Mendiskusikan dengan pasien cara menyelesaikan masalah yang lebih baik.
SP 1 Pasien : melindungi pasien dari isyarat bunuh diri.
Orientasi
            “ selamat pagi  pak jamal ? masih ingat dengan saya ? bagaimana perasaan bapak hari ini ? jadi, bapak merasa tidak perduli lagi hidup di dunia ini. Apakah bapak merasa ingin bunuh diri ?”
            “ baiklah kalau begitu, hari ini kita akan membahas tentang bagaimana cara mengatasi keinginan bunuh diri. Mau berapa lama ? dimana ? disini saja ?.”
Kerja
            “ baiklah, tampaknya bapak membutuhkan pertolongan segera karena ada keinginan untuk mengakhiri hidup. Saya perlu memeriksa seluruh  isi kamar bapak ini untuk memastikan tidak ada benda-benda yang membahayakan bapak”.
            “nah pak, karena bapak tampaknya masih memiliki keinginan yang kuat untuk mengakhiri hidup bapak, maka saya tidak akan membiarkan bapak sendiri.”
            “apa yang bapak lakukan kalau keinginan bunuh diri muncul, kalau keinginan itu muncul, untuk mengatasinya bapak harus langsung meminta bantuan kepada perawat atau keluarga dan teman yang sedang besuk. Jadi, usahakan bapak jangan pernah sendirian.
Terminasi
            “ bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap cakap ? bagus pak. Bagaimana masih ada dorongan untuk bunuh diri ? kalau masih ada perasaan bunuh diri, tolong panggil segera saya atau perawat yang lain, kalau suda tidak ada keinginan bunuh diri saya akan bertemu bapak lagi untuk membicarakan cara meningkatkan harga diri setengah jam lagi, dan disini saja “.
SP 2 Pasien : meningkatkan harga diri pasien isyarat bunuh diri.
Orientasi
            “ selamat pagi pak jamal ? bagaimana perasaan bapak saat ini / masih adakah dorongan mengakhiri kehidupan ? baik, sesuai janji kita 2 jam yang lalu, sekarang kita akan membahas tentang rasa syukur atas pemberian tuhan yang masih bapak miliki. Mau berapa lama ? dimana ?.
Kerja
            “apa saja dalam hidup bapak yang perlu disyukuri, siapa saja kira-kira yang sedih dan rugi kalau bapak meninggal. Coba bapak ceritakan hal-hal yang baik dalam kehidupan bapak keadaan yang bagaimana yang membuat bapak merasa puas ? bagus. Ternyata kehidupan bapak masih ada yang baik yang patut bapak syukuri. Coba bapak sebutkan kegiatan apa yang masih dapat bapak lakukan selama ini. Bagaimana kalau bapak mencoba melakukan kegiatan tersebut mari kita latih”.
Terminasi
            “ bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap ? bisa sebutkan kembali apa apa saja yang bapak patut syukuri dalam hidup bapak ? ingat dan ucapkan hal hal yang baik dalam kehidupan bapak jika terjadi dorongan mengakhiri kehidupan (afirmasi ). Bagus pak ! coba bapak ingat ingat lagi hal hal lain yang masih bapak miliki dan perlu disyukuri ? nanti, jam 12 kita bahas tentang cara mengatasi masalah dengan baik. Dimana tempatnya ? baiklah “.
            “ kalau ada perasaan perasaan yang tidak terkendali segera hubungi perawat ya pak !”.
SP 3 Pasien  : Meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan masalah pada pasien isyarat bunuh diri.
Orientasi
            “ selamat siang, pak. Bagaimana perasaanya ? masih ada keinginan bunuh diri ? apalagi hal hal positif yang perlu disyukuri ? bagus ! sekarang kita akan berdiskusi tentang bagaimna cara mengatasi masalah yang selama ini timbul. Mau berapa lama ? disini saja ya ? “
Kerja
            “ coba ceritakan situasi yang membuat bapak ingin bunuh diri. Selain bunuh diri, apalagi kira kira jalan keluarnya ? ternyata banyak juga jalan keluarnya. Nah, coba kita diskusikan keuntungan dan kerugian masing masing cara tersebut. Mari kita pilih cara mengatsi masalah yang paling menguntungkan ? menurut bapak cara yang mana ? ya, saya setuju. Bapak bisa coba ! mari kita buat rencana kegiatan untuk masa depan.
Terminasi
            “bagaimana perasaan bapak jamal, setelah kita bercakap cakap ? apa cara mengatasi masalah yang bapak akan gunakan ? coba dalam satu hari ini, bapak menyelesaikan masalah dengan cara yang dipilih bapak tadi. Besok di jam yang sama kita akan bertemu lagi disini akan membahas pengalaman bapak menggunakan cara yang dipilih.
2.       Tindakan keperawatan pada keluarga pasien isyarat bunuh diri
a)       Tujuan keperawatan
Keluarga mampu merawat pasien yang berisiko bunuh diri.
b)       Tindakan keperawatan
1)       Mengajarkan keluarga tentang tanda dan gejala bunuh diri
a)    Menanyakan keluarga tentang tanda dan gejala bunuh diri yang pernah muncul pada pasien
b)    Mendiskusikan tentang tanda dan gejala yang umumnya muncul pasien yang berisiko bunuh diri.
2)       Mengajarkan keluarga cara melindungi pasien dari perilaku bunuh diri
a)      Mendiskusikan tentang cara yang dapat dilakukan keluarga jika     memperlihatkan tanda dan gejala bunuh diri.
b)      Menjelaskan tentang cara-cara melindungi pasien,yaitu dengan :
1)                Memberikan tempat yang aman.menempatkan pasien yang mengunci diri di kamarnya atau jangan meninggalkan pasien sendirian di rumah.
2)                Menjauhkan barang-barang yang bisa digunakan untuk bunuh diri .jauhkan pasien dari barang-barang yang bisa digunakan untuk bunuh diri,tali,bahan bakar minyak / bensin,api, pisau atau benda tajam lainnya, zat yang berbahaya seperti obat nyamuk atau racun serangga.
3)                Selalu melakukan pengawasan dan meningkatkan pengawasan  jika tanda dan gejala bunuh diri meningkat.jangan pernah melonggarkan pengawasan,walaupun pasien tidak menunjukkan tanda dan gejala untuk bunuh diri.
3)       Mengajarkan keluarga tentang hal-hal yang dapat dilakukan jika pasien melakukan percobaan bunuh diri dengan cara :
a)      Mencari bantuan tetangga sekitar atau pemuka masyarakat untuk menghentikan upayah bunuh diri tersebut
b)      Segera membawa pasien ke rumah sakit atau puskesmas mendapatkan bantuan medis.
4)       Membantu keluarga mencari rujukan fasilitas kesehatan yang tersedia bagi pasien
a)      Memberikan informasi tentang nomor telpon darurat tenaga kesehatan.
b)      Menganjurkan keluarga untuk mengantarkan pasien berobat/ kontrol secara teratur untuk mengatasi masalah bunuh dirinya.
c)      Menganjurkan keluarga untuk membantu pasien minum obat sesuai prinsip lima benar, yaitu benar orangnya,benar obatnya, benar dosisnya,benarcara pengunaannya dan benar waktu penggunaannya.
SP 1 keluarga : menganjarkan keluarga tentang cara melindungi anggota keluarga berisiko bunuh diri ( isyarat bunuh diri )
            Peragakan komunikasi dibawah ini!

Orientasi
            “selamat siang pak, Bu! Bagaimana keadaan anak bapak/ibu?”
            “hari ini kita akan mendiskusikan tentang tanda dan gejala bunuh diri dan cara melindungi dari bunuh diri.
            “dimana kita akan diskusi?”
            “bagaimana kalau diruang wawancara? Berapa lama bapak/ibu punya waktu untuk diskusi?”

Kerja
            “apa yang bapak/ibu lihat dari perilaku atau ucapan jamal?”
            ”bapak/ibu sebaiknya memperhatikan benar-benar
 Munculnya tanda dan gejala bunuh diri. Pada umumnya orang yang akan melakukan  bunuh diri menujukkan tanda melalui percakapan misalnya:
Saya tidak ingin hidup lagi, orang lain lebih baik tanpa saya. Apakah jamal pernah mengatakannya?”
            “kalau bapak/ibu menemukan tanda dan gejala tersebut ,sebaiknya bapak/ibu mendengarkan ungkapan perasaan dari jamal secara serius.”
            “pengawasan terhadap jamal ditingkatkan, jangan biarkan jamal sendirian dirumah atau jangan biarkan mengunci diri di kamar.kalau menemukan tanda dan gejala tersebut , dan ditemukan alat-alat yang akan digunakan untuk bunuh diri, sebaiknya dicegah dengan meningkatkan pengawasan dan beri dukungan untuk tidak melakukan tindakan tersebut. Katakan bahwa bapak/ibu sayang pada jamal. Katakan juga kebaikan-kebaikan jamal!”
            “usahakan sedikitnya 5 kali sehari bapak dan ibu memuji jamal dengan tulus. Tetapi kalau sudah terjadi percobaan bunuh diri, sebaikanya bapak/ibu mencari bantuan orang lain. Jika tidak dapat diatasi  segeralah rujuk ke puskesmas atu rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan yang lebih serius.”
            “setelah kembali ke rumah, bapak/ibu perlu menbantu agar jamal terus berobat untuk mengatasi keinginan bunuh diri.”

Terminasi
            “bagaimana pak/ibu ?ada yang mau di tanyakan  bapak/ibu dapat ulangi cara cara merawat anggota keluarga yang ingin bunuh diri ?”
            “ya, bagus, jangan lupa pengawasannya yah ! jika ada tanda tanda keinginan bunuh diri segera hubungi kami. Kita dapat melanjutkan untuk pembicaraan yang akan datang tentang cara cara meningkatkan harga diri bapak jamal dan penyelesaian masalah.
            “bagaiamana bapak/ibu setuju  kalau demikian sampai bertemu lagi minggu depan disini dan diwaktu yang sama.
SP 2 Keluarga : cara merawat pasien resiko bunuh diri/isyarat bunuh diri.
Orientasi
            “ selamat siang pak, bu, sesuai janji kita minggu lalu kita sekarang ketemu lagi.”
            “ bagaiamana pak, bu, ada pertanyaan tentang cara merawat yang kita bicarakan minggu lalu ?”.
            “ sekarang kita akan latihan cara cara merawat tersebut ya pak, bu ?”.
            “ kita akan coba disini dulu, setelah itu kita coba langsung, ke jamal ya,?”
            “berapa lama ibu mau kita latihan ?”
Kerja
            “ sekarang anggap saya jamal, coba bapak dan ibu perhatikan cara bicara yang benar jika jamal sedang mengalami perasaan ingin mati.”
            “bagus, betul begitu caranya.”
            “sekarang coba praktekkan cara berikan pujian kepada jamal”.
            “ bagus, bagaimana kalau cara memotifasi jamal minum obat dan melakukan kegiatan positifnya sesuai jadwal ?”
            “bagus sekali, ternyata bapak, dan ibu sudah mengerti cara merawat jamal”.
            “bagaiama kalau sekarang kita mencobanya langsung kepada jamal?”
            (ulangi lagi semua cara diatas langsung kepada pasien)
Terminasi
            “ bagaimana perasaan bapak dan ibu, setelah kita berlatih cara merawat jamal dirumah ?”
            ‘setelah ini coba bapak dan ibu lakukan apa yang sudah dilatih tadi setiap kali bapak dan ibu membesuk jamal.”
            “baiklah bagaimana kalau 2 hari lagi bapak dan ibu datang kembali kesini dan kita akan mencoba lagi cara merawat jamal sampai bapak dan ibu lancar melakukannya.”
            “jam berapa bapak dan ibu bisa kemari ?”
            “baik saya tunggu, kita ketemu lagi di tempat ini ya pak,bu”
SP 3 keluarga : membuat perencanaan pulang bersama keluarga pasien resiko bunuh diri.
Orientasi
            “selamat siang pak,bu, hari ini jamal sudah bisa pulang, sebaiknya kita membicarakan jadwal jamal selama dirumah. Berapa lama kita bisa diskusi ? kita bicara disini saja ya ?”
Kerja
            “pak,bu, ini jadwal jamal selama dirumah sakit, coba perhatikan, dapatkah diperhatikan dirumah ?”
            “tolong dilanjutkan dirumah, baik jadwal aktifitas maupun jadwal minum obatnya.”
            “hal hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah perilaku yang ditampilkan oleh jamal selama dirumah, misalnya jamal terus menerus mengatakan inigin bunuh diri, tanpa gelisah dan tak terkendali serta tidak memperlihatkan perbaikan, menolak minum obat atau memperlihatkan perilaku yang membahayakan orang lain, tolong bapak dan ibu segera hubungi suster ana dipuskesmas baolan, puskesmas terdekat dari rumah ibu dan bapak, ini nomor telepon puskesmasnya ( 0856 ) 543xxx.”
            “selanjuttnya suster ana yang akan membantu memantau perkembangan jamal.”
Terminasi
            “bagaimana pak/ibu ada yang belum kelar ini jadwal kegiatan harian jamal untuk dibawah pulang. Ini surat rujukan untuk perawat ana di puskesmas baolan, jangan lupa kontrol dipuskesmas sebelum obat habis atau ada gejala yang tampak. Silahkan selesaikan adminitrasinya !”





































PENILAIAN KEMAMPUAN PERAWAT DALAM
MERAWAT PASIEN RISIKO BUNUH DIRI

                                                                                   Nama pasien:…………………….
                                                                                   Ruangan :………………………..
                                                                                   Nama perawat  :………………...
Petunjuk pengisian:
1.       Penilaian tindakan keperawatan unruk setiap SP dengan menggunakan instrument penilaian kinerja
2.       Nilai tiap penilaian kinerja dimasukkan ketabel  pada bari nilai SP.

No
Kemampuan
tanggal
A
Pasien

SP 1 p



1
Mengindentifikasi benda-benda yang dapat membahayakan pasien




2
Mengamankan benda-benda yang dapat membahayakan pasien




3
Melakukan kontrak treatment




4
Mengajarkan cara mengendalikan dorongan bunuh diri




5
Melatih cara mengendalikan dorongan bunuh diri





Nilai SP 1 p




SP II p



1
Mengindentifikasi aspek positif pasien



2
Mendorong pasien untuk berfikir positif terhadap diri



3
Mengindentifikasi pola koping yang biasa dilakukan




Nilai SP II p




SP III p



1
Mengidentifikasi pola koping yang bias diterapkan pasien



2
Menilaipolakoping yang biasa dilakukan



3
Mengidentifikasi pola koping yang konstruktif



4
Mendorong pasien memilih pola koping yang konstruktif




Nilai SP III p




SP IV p



1
Membuat rencana masa depan yang realistis bersama pasien



2
Mengidentifikasi cara mencapai rencana masa depan yang realistis



3
Memberi dorangan pasien melakukan kegiatan dalam rangka meraih masa depan yang realistis




Nilai SP IV p



B
Keluarga




SP 1 k



1
Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien



2
Menjelaskan pengertian,tanda gejala,resiko bunuh diri dan jenis perilaku yang dialami pasien beserta proses terjadinya



3
Menjelaskan cara-cara merawat pasien resiko bunuhdiri




Nilai SP 1 k



1
Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat 



2
Melatih keluarga melakukan merawat langsung kepada pasien resiko bunuh diri




Nilai SP II k




SP III k



1
Membantu keluarga membuat jadwal aktivitas di rumah termasuk minum obat



2
Menjelakan follow up pasien




Nilai SP III k




Total nilai : SP p + SP k




Rata-rata






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar